Bintang Tim nasional Irlandia Kecam Keputusan Declan Rice

Bintang Tim nasional Irlandia Kecam Keputusan Declan Rice

Keputusan Declan Rice yang gabung tim nasional Inggris memperoleh kritikan keras dari eks teman seklubnya pada tim nasional Irlandia, James McClean.

Sebagaimana yang diketahui, sebelum melakoni debutnya bareng tim nasional Inggris pada kualifikasi Euro 2020 kemarin, dia sudah berjersey Republik Irlandia di dalam satu pertandingan uji coba. Namun usai ini dengan cara seketika dia juga membelot memperkuat The Three Lions.

Menyaksikan keputusan koleganya itu, James McClean tentu kesal. Dia mempertanyakan pernyataan Rice beberapa saat yang lalu yang menyatakan bangga jadi orang Irlandia.

“Waktu itu, ia berkata ia orang Irlandia serta bangga pada ini. Lantas kini ia berkata bangga jadi orang Inggris. Saya harap ia mujur bersama pilihannya ini namun aku takkan membeli hal tersebut, ” tutur McClean pada Telegraph, Kamis (28/3/2019).

“Ini bukanlah cuma pada Declan saja, namun jua orang lainnya. Apabila Kamu bangga ada di sini serta kita perlu satu batu loncatan, maka turunlah serta bermainlah buat orang lainnya. Aku orang Irlandia serta tumbuh besar di sini, sesederhana ini, ” lanjut bintang yang sekarang membela Stoke City itu.

Di sisi lain, Rice memang tak sempat mengawali karier sepak bolanya di Irlandia. Semenjak main pada level junior, dia telah membela kesebelasan muda Chelsea 2013 silam sebelum mengambil keputusan gabung akademi West Ham United. Bintang dua puluh tahun ini pada akhirnya mencicipi debut pada kesebelasan seniot West Ham di musim kemarin.

Gabigol Ingin Dapatkan Peluang Kedua di Inter

Gabigol Ingin Dapatkan Peluang Kedua di Inter

Gabriel Barbosa mengakui amat ingin buat menjaga tempatnya di Inter Milan serta mendapat peluang ke 2. Dia juga siap bicara bersama Luciano Spalletti di dalam beberapa hari ke depan.

Sejak direkrut menuju Inter, Gabigol gagal memperlihatkan performa paling bagusnya. Petinggi Nerazzurri juga mengambil keputusan buat mengembalikannya menuju Santos bersama status dipinjamkan.

“Sebelum membikin keputusan apa pun, aku mau lebih dulu bicara bersama Spalletti. Aku bakal datang menuju Italia di 7 Januari mendatang buat membicarakan masa depan aku. Aku masih mau mendapat peluang buat bersinar bareng Inter,” tutur Gabigol dilansir melalui Bleacher Report.

Sesuai kabar melalui UOL Esporte, Inter akan menjual Gabigol dengan status permanen menuju tim Brasil, Flamengo. Selaku gantinya, Flamengo bakal menjual 2 bintang belianya, Lincoln serta Reinier.

Lebih lanjut, 2 tim Premier League, Fulham serta West Ham United pun dikatakan bersedia buat menampung lelaki 22 tahun itu di fase ke 2 kampanye musim 2018-19. Sang bintang pun sempat menyampaikan niatnya buat merumput di Premier League suatu saat nanti.

Sepanjang berlaga dengan status dipinjamkan di Santos, Gabigol sukses menyarangkan 18 goal melalui 35 performanya di Liga Brasil. Tapi, performa itu sepertinya tidak membikin Inter senang. Sebab, mereka sekarang punya duo Argentina, Lautaro Martinez serta Mauro Icardi pada sektor serang. Ke 2 bintang tersebut bisa memperlihatkan performa yang stabil buat Il Biscione kampanye musim ini.

Claudio Ranieri Tidak Sabar Balik Melatih

Juru tak-tik dari Italia, Claudio Ranieri, mengakui telah gatal mau balik melatih. Dia pun mengakui telah melupakan permusuhannya bersama Pelatih MU, Jose Mourinho.

Claudio Ranieri adalah satu dari sekian banyak juru tak-tik sangat berpengalam di Benua Biru. Dia sudah melatih di tim di Liga Italia Serie A, La Liga Santander, Liga Premier Inggris sampai Ligue 1 Prancis.

Tim-tim yang sudah dididiknya meliputi Cagliari, Napoli, Fiorentina, Valencia, Atletico Madrid, Chelsea, Parma, Juventus, AS Roma, Inter Milan, Monaco, Leicester City serta Nantes.

Pencapaian paling bagusnya ialah saat membantu Leicester mengangkat trofi Liga Premier Inggris kampanye musim 2015/2016.

“Meraih trofi Liga Premier Inggris bareng Leicester merupakan kenangan manis yang terus aku ingat di saat-saat sangat sulit,” tutur Ranieri pada acara RAI Sport Rabona.

“Keinginan aku ialah balik lagi menuju manajemen, tak perduli apa ini di Italia ataupun di luar negeri. Aku bakal menyatakan jika kerja di Inggris amat menyenangkan.”

Claudio Ranieri pernah saling sindir dengan manajer MU, Mourinho di waktu lalu. Tapi, menurut juru tak-tik yang sekarang berumur 67 tahun tersebut, mereka berdua sekarang telah berbaikan.

“Mourinho merupakan karakter yang besar, juru tak-tik yang spektakuler serta orang yang besar. Aku kira semua kontroversi atas aku punya ‘Gelar nol’ sudah diabaikan lama sebelumnya,” Ranieri melanjutkan.