Reformasi PSSI Banyak Mendapat Dukungan

Reformasi PSSI Banyak Mendapat Dukungan

Usaha Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) guna mereformasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memperoleh sambutan hangat melalui banyak Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI.

Malahan, ekspektasi mereformasi PSSI dengan cara jumlah menggelinding bak bola salju yang kerap membesar. Respons bagus itu datang di dalam pertandingan KPSN bersama Asprov PSSI Jawa Barat serta lain.

Pertandingan dimulai dengan cara paralel serta simultan pada Jakarta serta Bandung, Rabu (17/10). Pada Jakarta, Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono berjumpa bersama satu dari sekian banyak Ketua Asprov yang amat memiliki pengaruh.

Sementara pada Bandung, Sekretaris KPSN Alief Syachviar berjumpa bersama Ketua Asprov PSSI Jabar Tommy Apriantono. Menurut terdeteksi, KPSN tercipta pertama Oktober silam guna mereformasi PSSI dengan cara jumlah.

Tujuannya membangun kembali PSSI menuju khittah serta impian kelahirannya, 19 April 1930, yaitu menjadi alat pemersatu bangsa, serta menjadi alat usaha guna menyetarakan bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa lainnya yang setingkat lebih melaju melewati pencapaian sepakbola.

Sekarang, KPSN kedatangan PSSI dibawah Ketua Umum Edy Rahmayadi sudah menyimpang jauh melalui khittah PSSI. Hal tersebut tercermin melalui tebang pilihnya Komisi Disiplin PSSI di dalam menjatuhkan sanksi pada tim-tim, menurut Persib Bandung.

Juga halnya tempat Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi yang merangkap posisi menjadi Gubernur Sumatera Utara.

“Padahal, perangkapan posisi kepala kotak serta Ketua Umum PSSI melakukan pelanggaran aturan, ” kata Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono pada Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Hendra, pinangan akrabnya, silam merujuk aturan yang tidak mengizinkan kepala kotak merangkap posisi Ketua Umum PSSI, yaitu Surat Edaran (SE) Menteri Domestik No 800/148/SJ mengenai Pelarangan Rangkap Posisi Kepala Kotak dan/atau Wakil Kepala Kotak di Kepengurusan KONI, PSSI, Tim Sepakbola Profesional serta Amatir, dan Posisi Publik serta Posisi Struktural, tertanggal 17 Januari 2012.

“Mendagri Pak Tjahjo Kumolo pun telah menginstruksikan supaya kepala kotak tak merangkap posisi pada organisasi olah raga. Sekarang masanya Mendagri berbuat eksekusi, bersama mengancam Edy Rahmayadi guna memutuskan satu dari sekian banyak posisi, apa gubernur ataukah Ketua Umum PSSI, ” katanya.

Gubernur serta Ketua Umum PSSI bukanlah posisi main-main, hingga tidak dapat dirangkap. Jika dirangkap, bukanlah cuma PSSI yang jadi sasaran sebab tak diurus bersama penuh, melainkan pun rakyat Sumut sebab masa guna melayani rakyat tersita guna mengurus PSSI. Dua-duanya bakal jadi sasaran, ” katanya.

Hendra memperhitungkan seharusnya tersedia pergantian pada tempat ketua umum PSSI. “Reformasi PSSI bakal kita mulai melalui sini, ” terangnya.

Di samping menggantikan Ketua Umum PSSI, KPSN pun mewacanakan pergantian semua anggota Executive Committee (Exco) ataupun Komisi Eksekutif PSSI yang sekarang tersedia asal pertandingan politik serta pemilik tim, hingga berlangsung benturan kepentingan ataupun conflict of interest.

Di dalam pembicaraannya bersama Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono, satu dari sekian banyak Ketua Asprov yang amat memiliki pengaruh mengakui sepakat bersama misi KPSN.

“Besar rasanya hati aku, kenyataannya Ketua Asprov itu 1 lini bersama garis usaha kita, ” kata Hendra merahasiakan nama Ketua Asprov itu.

Ketua Asprov PSSI Jabar Tommy Apriantono jelang bagus gerakan KPSN guna berbuat transformasi jumlah pada tubuh PSSI serta persepakbolaan Indonesia.

Tommy silam memberikan contoh kasus kematian pendukung The Jakmania, Haringga Sirla (23) kala melihat pertandingan Persib vs Persija pada Stadion Semangat Bandung Lautan Api (GBLA) akhir-akhir ini.

“Ini adalah satu dari sekian banyak masalah raksasa sepakbola Indonesia. PSSI terlampau penuh kepentingan hingga penegakan hukum terus lemah, ” katanya.

Anggapannya, PSSI terus berkilah statuta menjadi landasan hukumnya, tapi di praktiknya beberapa sebuah pelanggaran statuta yang malah dikerjakan dengan pengurus PSSI sendiri.

Tommy yang pun dosen ITB itu mengakui akan berduet bersama KPSN guna berbuat transformasi jumlah sepakbola nasional. ”Mau bagi kegiatan urun rembug ataupun agenda lainnya, aku akan gabung bersama KPSN, ” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.